KAJIAN KAWASAN TERDEGRADASI DAN POLA PEMULIHAN EKOSISTEMDI KAWASAN SUAKA MARGA SATWA KO’MARA KABUPATEN TAKALAR

Sahruddin Sahruddin, Amir Tjoneng, Sudirman Numba

Abstract


The study of degraded areas n the pattern of ecosystem restoration in the wildlife comma area of the Takalar district is a study that examines the location of degraded sites in wildlife reserves before ecosystem restoratioan activities in the area. This study aims to identify the extent of degraded sites, know the type of damage that occurs in a degraded location and determine the recovery pattern to be implemented. The area of degradation in the wildlife reserve in Takalar district is 298.84 ha, from the results of visual identification/image in 2016 then conducted direct measurement of wildlife sanctuary Ko’mara with an area of 122.65 ha. Determination of the type of damage to the degraded site is done by inventory of stand to determine the number of nature regeneration/seedlings, stable diameter 10 cm to 20 cm and stands ≥ 20 cm in diameter. The result of the stock inventory shows the type of damage to the degraded location in the Ko’mara wildlife reserve of Takalar district is  moderately damaged with plant enrichment recovery pattern.


Keywords


The area of degraded location; type of damage and pattern of ecosystem recovery

References


Angelsen, A.2010. Mewujudkan REDD + Strategi Nasional dan berbagai pilihan kebijakan. CIFOR. Bogor.

Bratawinata, A. A. 2001. Ekologi Hutan Hujan Tropis dan Metode Analisis Hutan. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Timur. Makassar.

Carolyn, RD. 2013. Analisis degradasi untuk menyusun arahan strategi pengendaliannya di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak Provensi Jawa Barat. Jurnal Globe Volume 15 No. 1 39 – 47.

Direktorat Jenderal KSDAE. 2015. Perdirjen KSDAE No.P12/ksdae-set/2015 tentang Pedoman Tata Cara Penanaman dan Pengkayaan Jenis Dalam Rangka Pemulihan Ekosistem di KSA dan KPA. Jakarta.

Gunawan, H dan E. Subiandono. 2014. Desain Ruang Ekosistem Terdegradasi Di Taman Nasional Gunung Ciremai Jawa Barat. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi. Bogor.

Indiriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Bumi Aksara. Jakarta.

Kementerian Kehutanan. 2010. REDD+ & Forest Governance. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi dan Kebijakan Kehutanan. Bogor.

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.48/Menhut-II/2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemulihan Ekosistem Pada KSA & KPA. Jakarta.

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. 2008. Permenhut No.70/Menhut-II/2008 tentang Panduan teknis Rehabilitasi Hutan danLahan. Jakarta.

Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam Sekretariat Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam. 2013. Statistik PHKA 2013. Jakarta.

Karyanto, DW. 2013. Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Suaka Margasatwa Ko’mara Priode 2014-2024. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan.Makassar.

Lamb, D. 1994.Reforestation of Degraded Tropical Forest Lands in the Asia-Pasific Region. Journal of Tropical Forest Science.

Lee,D.K. & Sayer, J.A. 2004. Restoration and research on degraded forest ecosystems. Forest Ecology and Management 201, 144p.

Ludwig JA, Reynold JF. 1988. Statistical Ecology. New York: John Wiley and Sons.

Manulang.1999. Kesepakatan Konservasi Masyarakat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi. Jakarta.

Maginnis, A. & Jackson,W. 2006. Restoring forest landscapes. Diakses 5 April 2017 dari http:// www . iucn. Org / themes / fcp / publication / files / restoring_forest_landscapes. pdf.

Miyakawa, H et al . 2014. Pedoman dan Tata Cara Restorasi di Kawasan Konservasi. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Jakarta.

Mason, C. F. 1980. Ecology. Secon Edition. New York: Longman Inc.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

Pramono, TH. 2015. Degradasi Vegetasi Hutan Konservasi Danau Pulau Besar Danau Bawah Kabupaten Siak Provinsi Riau. Jurnal Dinamika Lingkungan Indonesia. Volume 2 No. 2 65-72.

Purwadhi, Sri Hardiyanti. 2001. Interpretasi Citra Digital. Grasindo. Jakarta.

Silitonga, P. 2011. Analisis Spasial Degradasi dan Deforestasi Kawasan Hutan untuk Perencanaan Penggunaan Ruang di Kabupaten Toba Samosir. Tesis Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara. Medan.

Soerianegara I, Indrawan A. 2002. Ekologi Hutan Indonesia. Bogor: Laboratorium Ekologi Hutan, Fakultas Kehutanan IPB.

Statistik PHKA 2013. Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam Sekretariat Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam. Jakarta. 2013.

Sutanto.1992. Penginderaan Jauh; Jilid 1. Gajah Mada University Press. Yogyakarta

Undang-Undang Republik Indonesia No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.




DOI: https://doi.org/10.33096/agrotek.v2i2.57

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Sahruddin Sahruddin, Amir Tjoneng, Sudirman Numba

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

___________________________________________________________
AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian
ISSN 2581-3021
Published by Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0