Presence of Insect Pests and Predatory on Shallot Plants (Allium ascalonicum L.) Around The Flower Garden of Kedai Sawah Sembalun

Vina Meidivia, M Sarjan, Sudirman Sudirman

Abstract


Shallot (Allium ascalonicum L.) is a high-value horticultural crop whose productivity is often constrained by insect pests such as Spodoptera exigua, Liriomyza huidobrensis, Thrips tabaci, and Neotoxoptera formosana. This study aimed to identify pest and predator insect communities in shallot fields surrounding the Kedai Sawah Flower Garden, Sembalun, and to examine the role of flower gardens as refugia in regulating pest populations. The study was conducted from April to June 2025 using a descriptive method at four observation sites (L1–L4) located at different distances from the flower garden. Insects were sampled during seven observation periods using sweep nets and identified to the genus level. Parameters observed included insect abundance, Shannon–Wiener diversity index (H′), dominance index (C), evenness index (E), relative abundance, and pest attack intensity. A total of 13 insect genera were recorded, comprising four pest genera and nine predator genera. Spodoptera exigua was the dominant pest, with higher populations at sites farther from the flower garden, while predators such as Paederus, Coccinella, Lycosa, and Episyrphus were more abundant at sites closer to the garden. Pest diversity was low (H′ = 0.85–0.91), whereas predator diversity was moderate to high (H′ = 1.87–2.08). Lower infestation levels of S. exigua near the flower garden indicate that flower gardens function effectively as refugia by supporting predator populations and naturally suppressing pest outbreaks.

Full Text:

PDF

References


Afifah,N., & Sugiono. (2019). Peran tanaman refugia dalam meningkatkan keanekaragaman dan kelimpahan predator ser ta pengendalian hama pada tanaman bawang merah. Prosiding Seminar Mahasiswa Nasional, hlm. 147-154.

Altieri, M. A., & Nicholls, C. I. (2020). Agroecology: A New Approach to Sustainable Agriculture. CRC Press.

Amar, A., Fridayati, D., & Achwan, S. (2024). Jurnal Sains Pertanian Keanekaragaman Serangga Predator Pada Tanaman Bawang Merah ( Studi Kasus Di Kecamatan Grong Grong Kabupaten Pidie ) Diversity Of Predatory Insects On Shallot Crops ( Case Study In Grong Grong District, Pidie District. 8(October), 108–113.

Amrulloh, M., Fadli, A., & Widiastuti, R. (2023). Analisis indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi predator pada tanaman hortikultura. Jurnal Agroekosistem, 10(1), 45-54.

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2022). Statistik Pertanian Hortikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat 2022. Mataram: BPS Provinsi NTB.

Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Produksi Bawang Merah Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Baderan, D. W. K., Rahim, S., Angio, M., & Salim, A. L. B. (2021). Keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan spesies tumbuhan dari geosite potensial Benteng Otanaha sebagai rintisan pengembangan geopark Provinsi Gorontalo. Jurnal Biologi, 14(2), 264-274.

Doni Hariandi. (2024). Pemanfaatan tanaman refugia sebagai pengendali hama di lahan pertanian. Kumparan.

Fajarfika, R. 2020. Keanekaragaman dan Dominansi Serangga pada AgroekosistemTanaman Tomat (Lycopersicum esculentumMill.). jurnal Agro Wiralodra, 3(2): 68–73.

Febriani, R., Sari, D. P., & Rahayu, S. (2019). Pengaruh serangan hama ulat bawang (Spodoptera exigua) terhadap produksi bawang merah di Jawa Barat. Jurnal Proteksi Tanaman Indonesia, 23(1), 45-53.

Ginting, T. Y., Setiawan, A., Aziz, M. F. A., & Aezad, M. H. (2024). Pengaruh kombinasi tanaman refugia terhadap kepadatan hama dan keanekaragaman predator pada budidaya bawang merah. Jurnal Agroplasma, 11(1), 201-207.

Johari, S., & Muswita, E. (2016). Gambaran morfologi hama thrips dengan mikroskop. Jurnal Entomologi Indonesia.

Moekasan, Basuki R.S dan Prabaningrum, L. 2012. Penerapan Ambang Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Pada Budidaya Bawang Merah Dalam Upaya Mengurangi Penggunaan pestisida. J. Hort. Vol. 22. No. 1 Hlm. 47-56

Nelly, Reflinaldon, & Amelia. (2015). Keragaman predator dan parasitoid pada pertanaman bawang merah: studi kasus di daerah Alahan Panjang, Sumatera Barat. Agroscience, 5(2), 103–111.

Olsiviana, Y. A., & Melina. (2024). Effect of refugia plant (Zinnia sp.) population on the presence of stem borer and natural enemies in rice. Biodiversitas, 25, 2652–2660.

Porang, A. (2022). Manfaat dan Prospek Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) sebagai Tanaman Hortikultura Unggul Nasional. Jurnal Agribisnis dan Hortikultura, 8(1), 15-23.

Purwanto, E. H., Ibrahim, J. T., Sutanto, A., & Muchsiri, M. (2025). Impact of suboptimal land on shallot plant growth: mini review. Indonesian. Journal of Agricultural Research, 8(1), 32–39. https://doi.org/10.32734/injar.v8i1.17133

Rizqiani, Y. (2017). Keragaman M1 Tanaman Aster (Callistephus chinensis (L.)) hasil dari induksi mutasi iradiasi sinar gamma (Skripsi). Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro.

Santosa, A., Nugroho, H., & Sumarno, S. (2008). Indeks keanekaragaman dan kemerataan sebagai indikator keseimbangan populasi serangga predator pada agroekosistem pertanian. Jurnal Entomologi Indonesia, 5(2), 95-104.

Sari M.P.,Agustinur, Chairudin, Andriani D., Keanekaragaman Serangga pada Budidaya Bawang Merah dengan Tanaman Refugia Titonia diversifolia. Jurnal Agrotek Tropika, 13(2): 284–289.

Sari, D. P., & Wulandari, E. (2022). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bunga Aster (Callistephus chinensis). Jurnal Agronomi Indonesia, 10(1), 45-52.




DOI: https://doi.org/10.33096/agrogenesis.v1i2.937

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ISSN: 3090-2657 Published by: Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Universitas Muslim Indonesia, Website: fp.umi.ac.idOfficial Website: umi.ac.idEmail: agrogenesis@umi.ac.id

Editorial Address: Faculty of Agriculture and Mine Land Bioremediation, Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumoharjo No. km.5, Panaikang, Panakkukang District, Makassar City, South Sulawesi 90231, Indonesia