UJI BEBERAPA KONSENTRASI EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica Benth) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda J. E. Smith) DI LABORATORIUM

Rusli Rustam, Rani Rajani

Abstract


Spodoptera frugiperda J. E. Smith is the main pest attacking maize crops. The usual control is the use of synthetic insecticides, but the continuous or unwise use of synthetic insecticides will have a negative impact on humans and the environment, therefore an alternative insecticide that is safe and environmentally friendly, such as tuba roots (Derris elliptica Benth) is needed. The purpose of this study was to obtain an effective extract concentration of Derris elliptica Benth to control S. frugiperda. The research was conducted at the Plant Pest Laboratory of the Faculty of Agriculture, Riau University, Pekanbaru from February to April 2020. The concentration treatments used were 0 g.l-1 water, 25 g.l-1 water, 50 g.l-1 water, 75 g.l-1 water and 100 g.l-1 water. The experiment used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The results showed that the concentration of 50 g.l-1 water was able to control the pest of S. frugiperda and could cause total mortality of 80% with an initial time of death of 7,00 hours after application, and LT50 26,00 hours after application

Keywords


Spodoptera frugiperda J. E. Smith; tuba root (Derris elliptica Benth); botanical insecticide; concentration

Full Text:

PDF

References


Abizar, M. dan D. Prijono. 2010. Aktivitas insektisida ekstrak daun dan biji Tephrosia vogelii J. D. Hooker (Leguminosae) dan ekstrak buah Piper cubeba L. (Piperaceae) terhadap larva Crocidolomia pavonana (F.) (Lepidoptera: Crambidae). Jurnal Hama Penyakit Tumbuhan Tropica. 10: 1-12.

[CABI] Centre for Agriculture and Biosciences International. 2019. Spodoptera frugiperda (Fall Armyworm).https://www.cabi.org/ISC/fallarmyworm. Diakses tanggal 30 Agustus 2019.

Dadang dan D. Prijono. 2008. Insektisida Nabati Prinsip, Pemanfaatan, dan Pengembangan. Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor. Bogor.

[Ditjen Tanaman Pangan] Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2020. Laporan Tahunan Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2019. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Dono, D., D. Prijono, S. Manuwoto, D. Buchori, Dadang, dan Hasim. 2006. Pengaruh rokaglamida dan parasitoid Eriborus argenteopilosus terhadap kadar dan profil protein hemolimfa larva Crocidolomia pavonana serta melanisasi kutikula. Jurnal Agrikultura 17(3): 185-194.

Frasawi, O., M. Tulung, dan B. A. N. Pinaria. 2016. Efektivitas ekstrak akar tuba terhadap hama ulat krop Crocidolomia pavonana pada tanaman kubis di kota Tomohon. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi. 3(2): 43-52.

Haryuningtyas, D., Yuningsiah, dan S. E. Estuningsih. 2011. Efektivitas ekstrak biji bengkuang (Pachyrhizus erosus) dengan pelarut air dan aseton terhadap tungau sarcoptes scabiei secara in vitro. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. 598-605.

Hasyim, A., W. Setiawati, L. Lukman, dan L. S. Marhaeni. 2019.

Evaluasi konsentrasi lethal dan waktu lethal insektisida botani terhadap ulat bawang (Spodoptera exigua) di Laboratorium. Jurnal Hortikultura. 29(1): 69-80.

Iskandar, D. 2007. Pengaruh dosis pupuk N, P dan K terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis di lahan kering. Jurnal Sains dan Teknologi. 30: 26-34.

Naria, E. 2005. Insektisida Nabati untuk Rumah Tangga. Skripsi (Tidak dipublikasikan). Departemen Kesehatan Lingkungan Universitas Sumatera Utara. Medan.

Novizan. 2002. Membuat dan Memanfaatkan Pestisida Ramah Lingkungan. Cet. ke 1. PT Agromedia Pustaka. Jakarta.

Prijono, D. 1999. Bahan Pelatihan Pengembangan dan Pemanfaatan Insektisida Alami. Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Solihin, Angry P. 2017. Uji Toksisitas Ekstrak Akar Tuba (Derris elliptica) Terhadap Keong Mas (Pomacea canaliculata). Universitas Negeri Gorontalo. Diakses tanggal 4 Juli 2020.

Suprapto, H. S., dan A. R. Marzuki. 2005. Bertanam Jagung. Penebar Swadaya. Jakarta.

Tarumingkeng, R. C. 1992. Insektisida: Sifat Mekanis Kerja dan Dampak Penggunaannya. Kanisius. Yogyakarta.

Taslim, R. 2010. Potensi Ekstrak Akar Tuba (Derris eliptica) untuk Mengendalikan Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril). Skripsi (Tidak dipublikasikan). Universitas Riau. Pekanbaru.

Wiratno. 2013. Perkembangan Penelitian, Formulasi dan Pemanfaatan Pestisida Nabati. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan. Palembang.

Wiwattanapatapee, R., A. Sae-Yun, J. Petcharat, C. Ovatlarnporn, and A. Itharat. 2009. Development and evaluation of granule and emulsifiable concentrate formulations containing derris elliptica extract for crop pest control. Journal of Agricultural and Food Chemistry. 57(23): 11234-11241.

Yoon, A. S. 2006. Extraction of rotenone from Derris elliptica and Derris malaccensis by pressurized liquid extraction compared with maceration. Journal of Cromatography A. ELSAVIER.

www.elsavier.com. Diakses 8 Juni 2019.

Yuandita, E. 2018. Pengaruh Variasi Kosentrasi Ekstrak Rimpang Jahe (Zingiber officinale) sebagai Insektisida Alami terhadap Mortalitas Walang Sangit (Leptocorisa oratorius ). Skripsi (Tidak dipublikasikan). Universitas Islam Negeri Mataram. Mataram.

Zubairi, S. I., M. R. Sarmidi, and R. A. Aziz. 2014. A study of rotenone from Derris roots of varies location, plant parts and types of solvent used. Advances in Environmental Biology. 8(2): 445-449.




DOI: https://doi.org/10.33096/agrotek.v5i1.156

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Rusli Rustam, Rani Rajani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

___________________________________________________________
AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian
ISSN 2581-3021
Published by Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0